Karena penasaran dengan keberadaannya, langsung saya berusaha untuk mengajaknya berbicara :
- Pak Guru : Selamat Pagi Mario ? (Nama Anak Itu Mario)
- Mario : Selamat pagi pak …
- Pak Guru : Kamu sudah sarapan ?
- Mario : Belum pak …
- Pak Guru : ooo …, semenjak bapak kamu meninggal kamu bapak lihat lebih suka murung dan menyendiri, alpa mu juga semakin bertambah, walaupun bapak mu sudah meninggal, kamu harus tetap kuat dan tetap semangat untuk sekolah … yah ?
- Mario : Ia Pak …
Keesokan harinya pagi-pagi sekali saya pergi kekantor dan mendapati sebuah surat di atas meja kerja : Surat dari Mario untuk Bapak/Ibu Guru di sekolah.
Langsu saya buka … begini isi suratnya :
Kepada : Bapak/Ibu guru di Sekolah.
Salam Hormat …
Mario memberitahukan bahwa hari ini mario tidak dapat hadir kesekolah seperti biasannya dan mohon izinnya untuk HER susulan diadakan setelah mario kembali masuk sekolah, mario tidak masuk sekolah karena menemani Pak Kari untuk memanen sarang burung walet, keadaan di rumah mario sudah memprihatinkan karena beras sudah habis dan sembako juga sudah habis. Sekian surat dari Mario, Mario harap Bapak/Ibu guru bisa memaklumi.
Sakit terasa hati setelah membaca surat dari salah satu siswa yang bernama mario ini, padahal menurut laporan wali kelas VII Mario sudah 29 kali Alpa pada semester ini. padahal besoknya adalah rapat dewan guru untuk kenaikan siswa.
Tiba keesokan harinya ( didalam forum rapat dewan guru mengenai kenaikan siswa )
ternyata benar … menurut virasat saya bahwa anak ini (mario) sudah di vonis tidak naik kelas oleh beberapa guru, namun saya masih bingung diantara 2 keputusan :
- Anak ini tidak naik kelas, dia pasti berhenti (sementara alpa 29 kali itu semua terpaksa di lakukan karena mencari nafkah dan sementara surat izin tidak bisa dibuat karena tidak ada rumah kawan2 yang dekat untuk menitipkannya)
- Naik kelas tetapi … bagaimana dengan aturan sekolah … dan pasti tidak memberi contoh kepada siswa lainnya.
……………… (Bagaimana menurut kawan-kawan blog semua) ……………..
To Be Continue ….
Komentar Terakhir